Pulsa Bisa GRATIS dan Bikin KAYA!

GET PAID BY MAKING FRIENDS

Sunday, December 23, 2007

Ponsel Tingkatkan Resiko Kanker Mulut?


Penelitian terhadap ponsel atau telepon selular tak pernah ada habisnya. Jika beberapa waktu para ilmuwan Swedia menyebut penggunaan ponsel dalam jangka waktu lama beresiko terkena kanker otak 80 persen lebih besar dibandingkan yang tidak menggunakan ponsel. Kini ilmuwan Israel menyebut ponsel bisa meningkatkan resiko tumor mulut.

Penggunaan ponsel dalam waktu lama dan rutin akan meningkatkan resiko tumor sekitar 50 persen dibanding mereka yang sama sekali tak menggunakan ponsel. Dan hasil ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peneliti yang sampai saat ini belum memahami secara detail bagaimana ponsel bisa 'meracuni' tubuh manusia.

Studi yang dilakukan sebelumnya juga belum memberikan hasil detail efek buruk ponsel dan kesehatan manusia, pun dari pihak produsen yang menyangsikan resiko kesehatan dalam menggunakan ponsel.

Namun studi baru yang dilakukan ilmuwan Israel yang hasil penelitiannya dimuat di American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa setidaknya 402 orang mengalami tumor mulut dalam kondisi sedang, sementara 56 lainnya masuk kategori kanker ganas. Penelitian ini melibatkan 1.266 pengguna ponsel.

Mereka yang menggunakan ponsel lebih dari normal, atau menggunakan dalam waktu lama dan kontinyu beresiko mengembangkan tumor pada parotid gland (kelenjar liur), yang terletak di mulut dengan posisi dekat telinga.

Pengguna ponsel di area pedesaan atau kawasan pinggiran, di mana ponsel bekerja lebih keras untuk melakukan kontak dengan BTS (Base Transceiver Station) terdekat, beresiko lebih besar terkena tumor.

Studi menyebutkan bidang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel secara kontinyu akan membuat sel tubuh bereaksi berlebihan. Namun tingkat radiasi ponsel yang digunakan selama ini masih dinilai terlalu kecil efeknya pada kesehatan bahkan untuk mengacaukan atau merusak struktur DNA. Para ilmuwan masih terus melanjutkan misteri efek ponsel pada kesehatan ini.

Dr Siegal Sadetzki, dari Chaim Sheba Medical Centre di Tel Hashomer, Israel, menyatakan: "Sebelum dilakukan riset lebih lanjut dan menemukan bukti efek buruk ponsel pada kesehatan, kita masih meyakini hasil studi yang selama ini telah dilakukan sebagian besar komite para ilmuwan dan kami berharap pemerintah mendukung penelitian ini," jelas Sadetzki seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (21/12/07).

Studi tentang tumor mulut ini juga dilakukan ilmuwan dari Denmark dan Swedia, namun tidak ditemukan kenaikan jumlah penderita kanker mulut karena efek ponsel.

"Ini adalah salah satu bukti bahwa ponsel memiliki efek biologis pada manusia. Dan ini menimbulkan satu pertanyaan lagi bagi kita untuk lebih berhati-hati dan menggunakan ponsel dalam batas wajar, meski belum ditemukan kejelasan pasti akan efek negatifnya," papar Graham Philips dari Powerwatch.

Read More..

Wednesday, December 12, 2007

15 Cara Redakan stres

Dalam kehidupan modern setiap hari sarat dengan segala tuntutan dan permasalahan, ditambah berbagai beban hidup, membuat stres sepertinya jadi sesuatu yang tak terelakkan. Tekanan demi tekanan semacam itu jika dibiarkan akan sangat mengganggu secara psikologis. Namun, ada banyak cara untuk meredakan stres, simak 15 kiat yang kami sampaikan berikut ini.

1. Ambil Jeda
Saat Anda menyadari mulai merasakan tekanan, hentikan apapun yang tengah Anda kerjakan dan katakan dalam hati pada diri Anda sendiri ‘tenang.’

2. Atur Tarikan Nafas
Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan, konsentrasikan pada gerakan diafragma Anda. Lakukan ini dua atau tiga kali hingga Anda mulai merasa terkendali.

3. Redakan Ketegangan
Jika Anda sedang duduk, berdirilah dan lakukan perenggangan yang lembut seleber yang Anda mampu. Gerakan tangan dan lengan Anda bergantian, lalu angkat bahu dan buat tubuh Anda merasa rileks.

4. Bergeraklah
Lakukan jalan cepat, meski itu hanya jalan-jalan di seputar ruangan atau kamar mandi, hal ini berguna untuk membantu melancarkan aliran darah. Bergerak secara teratur ini dapat membantu membakar efek negatif dari hormon stres.

5. Berteriak Dan Menjerit
Pergilah ke sebuah tempat yang pribadi dan menjerit atau berteriak sekeras yang Anda bisa. Ini dapat juga dipakai untuk terapi pereda stres. Beberapa orang menemukan memukul bantal sekeras mungkin dapat membantu.

6. Terapi Esensial Bunga
Letakan beberapa tetes sari bunga, seperti Bach Rescue Remedy, Jan de Vries Emergency Essence atau Australian Bush Flower Emergency Essence, di lidah Anda.

7. Berpikirlah Positif
Pilih sesuatu yang layak, sebuah pemikiran pribadi yang positif – seperti misalnya ‘Aku merasakan tekanan positif, bukan stres yang negative’ – dan ulangi secara teratur pada diri Anda sendiri.

8. Santap Makanan Sehat
Jalani diet makanan sehat dan jangan tergoda untuk makan berlebih. Santap makanan kecil yang sehat, seperti buah kering, biscuit gandung untuk membantu memperbaiki kadar gula Anda.

9. Dengarkan Musik
Mendengarkan irama musik yang lembut dapat membantu Anda lebih tenang. Suara alam seperti rekaman debur ombak, kicau burung, atau suara air yang mengalir sangat idela.

10. Pertegas Diri Anda
Belajarlah untuk bersikap lebih tegas. Berkata ‘Tidak’ untuk permintaan yang tak masuk akal akan membantu Anda mengurangi tekanan.

11. Terorganisir
Mulai atur kehidupandan waktu Anda secara efektif. Buat Prioritas sehingga Anda dapat mengatasi tekanan dalam satu waktu.

12. Beri Pujian Pada Orang Lain
Buat sebuah poin dengan memberi pujian secara tulus pada orang lain di sekitar Anda. Jika Anda mampu membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri memberi efek positif pada Anda juga.

13. Tertawa
Tonton komedi, tertawalah bersama teman Anda, atau kunjungi website yang khusus menyediakan lelucon – tertawa merupakan penawar luar biasa bagi stres.

14. Temukan Ketenangan Dari Dalam
Visualisasi atau meditasi dapat membantu Anda menemukan sebuah ketenangan dari dalam pada saat di sekeliling Anda dipenuhi tekanan dan kegaduhan.

15. Konsumsi Vitamin dan Suplemen
Anda mungkin butuh grup vitamin B, dan antioksidan semacam vitamin C dan E pada saat-saat penuh tekanan. Suplemen probiotik dapat juga membantu Anda mengatasi stres.

Read More..

Tuesday, October 23, 2007

Agar Gaji Tidak Cepat Habis

Berangan-angan menjadi orang yang ‘banyak duit’ merupakan impian semua orang. Dengan uang segalanya dapat Anda peroleh, rumah, mobil, perhiasan, dan sebagainya. Tentu saja untuk mendapatkan uang yang banyak kita harus bekerja keras. Dan tentunya Anda tidak ingin penghasilan yang Anda peroleh dari kerja keras itu habis begitu saja bukan?

Nah agar penghasilan Anda tidak sia-sia dan Anda dapat menjadi orang ‘berkantong tebal’, coba deh cara berikut ini:

Setiap kali habis menerima gaji, jangan langsung pergi ke pusat perbelanjaan seperti Mal. Pulanglah ke rumah dan buat daftar pengeluaran kebutuhan Anda, seperti kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak-anak, kesehatan, dll. Kemudian catat setiap kali Anda mengeluarkan uang. Dengan demikian Anda akan mengetahui kemana saja ‘larinya’ uang Anda.

Usahakan setiap kali membeli peralatan rumah tangga, pilihlah yang berkualitas bagus namun dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sehingga, Anda tidak perlu sering-sering mengeluarkan biaya untuk ‘servis’.

Belanja kebutuhan sehari-hari sekaligus untuk persediaan sebulan mungkin akan lebih menghemat pengeluaran Anda. Karena membeli dalam jumlah banyak jatuhnya akan lebih murah daripada membeli eceran. Lagi pula Anda tidak perlu bolak-balik membeli karena kehabisan gula, susu, atau kopi. Sehingga hal ini akan menghemat ongkos transport belanja.

Jangan mengalokasikan uang Anda untuk hal-hal yang bersifat kesenangan belaka. Seberapapun kecilnya gaji Anda, biasakan untuk selalu menabung. Kalau bisa setiap bulan sisihkan 10% dari gaji Anda ke dalam tabungan. Pilihlah bank dengan reputasi baik dengan bunga yang lumayan.

Pilihlah rumah makan yang murah meriah, setiap kali Anda makan siang. Jangan makan di restoran mahal yang akan menyedot isi kocek Anda. Kalau perlu bawalah bekal makanan dari rumah. Selain irit juga higienis kan?

Jangan hanya menabung dari gaji. Setiap kali Anda mendapat bonus, THR, atau insentif, sisihkan untuk ditabung walaupun sedikit.

Selain tabungan, kalau memungkinkan, investasikan uang Anda ke dalam bentuk saham, obligasi atau deposito sejumlah tabungan yang Anda sisihkan untuk jangka panjang.

Mengikuti arisan yang diadakan kantor atau lingkungan rumah bisa juga Anda pilih sebagai alternatif ‘menyelamatkan’ uang Anda.

Kalau Anda masih bingung ‘menyisihkan’ penghasilan Anda yang tidak banyak, mintalah bantuan orang lain yang handal dan Anda percaya dalam mengelola uang.

Dengan melakukan hal tersebut, jangan takut dianggap ‘pelit’. Toh Anda bukanlah pelit melainkan hemat. Karena siapa lagi yang akan menyelamatkan uang yang Anda peroleh dengan susah payah, kalau bukan Anda sendiri? Lagipula hal ini akan sangat bermanfaat bagi hidup anda kelak. (Sumber: GCM/Astaga!)

Read More..